Pola Pikir Manusia
Nama : Anisa Rona Soraya
Kelas : 7A PGSD
Makul : Filsafat Pendidikan
Pada reportase sebelumnya membahas tentang penciptaan awal
manusia. Hasil reportase kali ini pada
mata kuliah filsafat pendidikan yang telah saya laksanakan pada tanggal 4
Desember 2018 dengan Bapak Moh. Aniq
KHB, S.Pd.,M.Hum membahas tentang pola pikir manusia.
Sebuah bangunan ditengah-tengah masjid paling suci dalam
agama Islam yaitu Ka’bah yang berbentuk kubus dengan panjang sisi kurang lebih
atau sekitar 10 meter di Mekah, Arab Saudi. Dari seluruh titik di dunia,
perintah salat menghadap ke Ka’bah dikenal dengan nama kiblat. Di lingkungan
kita masing-masing tidak pasti apakah arah tersebut benar menghadap kiblat atau
tidak. Karena sebelum membangun masjid harus diukur terlebih dahulu dimana
sudut yang sudah sesuai arah kiblat dan butuh ketelitian agar benar. Manusia bukanlah
makhluk yang sempurna sehingga bisa melakukan kesalahn apapun yang disengaja
maupun tidak sengaaja,oleh karena itu bisa salah dalam mengukur. Maka dari itu
ketika kita solat lebih baik ditambahkan dengan niat menghadap kiblat karena
terkdang ada beberapa orang yang mengabaikan atau melwatkan niat menghadap
kiblat saat sholat.
Pola pikir manusia dapat diatur oleh manusia itu sendiri. Bagaimana
cara mengubah pola pikir manusia? Mengubah pola pikir manusia itu harusnya
dilakukan secara terus menerus. Manusia yang berpikiran positif akan memulai
sesuatu secara positif dalam kesehariannya dan mendapatkan manfaatnya sedangkan
manusia yang berpikiran negaatif pada pola pikirnya akan merugi dalam
kesehariaannya karena pola pikir akan mempengaruhi perbuatan kita sendiri. Kita
sebagai manusia tidak seharusnya memaksa kehendak orang lain untuk melakukan
sesuatu karena akan membuat kita menjadi rugi. Misalkan saat kita terbangun di
seperempat malam kemudian akan melaksanakan solat tahajud kita berniat untuk
mengajak teman sekamar sholat tahajud namun kita juga harus melihat kondisi
teman kita saat tertidur pulas dan nyaman dalam tidurnya karena kelelahan saat
aktivitasnya sebaiknya kita biarkan saja dia untuk beristirahat. Terlalu kasihan
jika dibangunkan dan bisa saja teman kita merasa tidak senang dan akan marah
kepada kita karena sudah membangunkan tidurnya yang sudah nyaman. Selain itu
dalam islam kita kita diajarkan untuk memaksa orang lain melakukan sesuatu yang
sedang kita lakukan.
Laku Hidup
Urip Hidup
Kauripan Kehidupan (nilai-nilai kehidupan)
Panguripan Penghidupan
Laku Hidup
Urip Hidup
Kauripan Kehidupan (nilai-nilai kehidupan)
Panguripan Penghidupan
Manusia sebagai makhluk sosial yang mempunyai pola pikir harus
saling menghargai, saling menghormati , saling mencintai satu sama lain dan
sebagainya. Semua manusia di hadapan Tuhan memiliki keududkan yang sejajar tidak
ada senior maupun junior. Wanita maupun laki-laki sama saja. Contohnya burung gagak yang menyaksikan manusia yang bertindak tidak sesuai dengan ajaran agama sudah muncul saat zaman Nabi Adam a.s yang menyaksikan pembunuhhan antara Qabil dan Habil. Saat Habil dibunuh oleh Qabil, Qabil bingung bagaimana harus mengurus mayat saudaranya. Kemudian dia melihat pertarungan antara 2 burung gagak yang salah satunya mati kemudian burung gagak menggali tanah untuk mengubur mayat burung yang mati. Setelah itu Qabil menggali tanah dan mengubur mayat saudaranya. Orang-orang percaya bahwa burung gagap yang melambangkan kegelapan merupakan pertanda yang tidak baik seperti ada orang yang meninggal. Burung gagak memiliki hukum sendiri dimana sesama burung gagak dapat memakan burung gagak sendiri. Maka dari itu burung gagak selalu mengawasi gerak gerik manusia terkadang aneh dengan tingkat laku dan perilaku manusia sehingga ditertawakan.
Orang-orang mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW buta huruf. Sebenarnya Nabi Muhammad SAW dikatakan buta huruf karena sumber informasi yang diperoleh adalah langsung turun dari Tuhan sehingga hal tersebut belum terkontamisnasi dan belum ada campur tangan huruf-huruf dari dunia saat Nabi Muhammad SAW berdagang beliau pandai berbicara, sehingga berdagangnya sukses dan berkembang dengan baik dengan dagangan dari Khadijah. Ketika Nabi Muhammad SAW berada di Gua Hira dan mendapat wahyu untuk membacakan kalimat yang diucapkan oleh Malaikat Jibril yaitu mengucapkan "Iqro" namun beliau menjawab bahwa tidak bisa membaca. Kemudian Nabi dirangkul oleh Malaikat Jibril dan menuntunya untuk "Iqro". Beliau pulang kerumah dan meminta untuk diberikan selimut karena bertemu dengan Malaikat, kemudia Khadijah menjelaskan bahwa itu adalah wahyu pertama Nabi Muhammad SAW. Dalam hal ini kita bisa memberikan inti dari cerita tersebut bahwa Nabi saja tidak merasa dirinya pandai dalam membaca Al-Qur'an. Namun kita sebagai manusia masih saja menyombongkan diri sendiri bahwa lebih baik dari siapapun dalam hal membaca Al-Qur'an karena sudah bagus dalam bacaannya atau melakukan sesuatu.
Suatu hari ketika Nabi Muhammad SAW melihat ada seorang ibu yang sedang hamil yang sedang melakukan ibadah sholat. Nabi Muhammad SAW melihat ibu hamil tersebut seperti kesusahan saat melakukan ibadah sholat. Nabi Muhammad SAW menunggui ibu hamil tersebut sampai sholatnya selesai. Selesai sholat Nabi Muhammad SAW mendekati ibu hamil tersebut. Nabi Muhammad SAW menanyakan kenapa ibu tersebut ngoyo banget dalam beribadah. Ibu tersebut menjawab bahwa dia berusaha menunaikan kewajibannya. Tapi Nabi Muhammad SAW menjawab bahwa beliau tahu, namun tidak perlu ngoyo seperti itu jika ibu hamil itu merasa kesusahan berdiri saat sholat. . Kecuali memang ingin diniati untuk tirakat sendiri karena ingin sehat badannya. Tuhan tidak ingin mempersulit hambanya dalam beribadah. Jika memang merasa susah untuk berdiri saat sholat, kita bisa melaksanakan sholat dengan duduk. Jika duduk dirasa masih tidak bisa maka dapat dilakukan dengan tidur. Contoh lain saat dalam berjalanan jauh dan kita naik kendaraan umum seperti kereta apa/pesawat kita bisa melakukan ibadah sholat dengan duduk tidak perlu berdiri.
Jika kita berbicara tentang ilmu yang kita miliki tidak pernah kita pelajari atau tidak pernah dipakai dalam kehidupan sehari-hari maka ilmu tersebut akan hilang dengan sendirinya. Tirakat yang dilakukan karena ingin menjadi orang yang kuat. Namun kita tidak boleh menggunakan kekuatan yang kita miliki untuk menilai orang lain, karena hal ini sangat dilarang oleh siapapun.
Orang-orang mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW buta huruf. Sebenarnya Nabi Muhammad SAW dikatakan buta huruf karena sumber informasi yang diperoleh adalah langsung turun dari Tuhan sehingga hal tersebut belum terkontamisnasi dan belum ada campur tangan huruf-huruf dari dunia saat Nabi Muhammad SAW berdagang beliau pandai berbicara, sehingga berdagangnya sukses dan berkembang dengan baik dengan dagangan dari Khadijah. Ketika Nabi Muhammad SAW berada di Gua Hira dan mendapat wahyu untuk membacakan kalimat yang diucapkan oleh Malaikat Jibril yaitu mengucapkan "Iqro" namun beliau menjawab bahwa tidak bisa membaca. Kemudian Nabi dirangkul oleh Malaikat Jibril dan menuntunya untuk "Iqro". Beliau pulang kerumah dan meminta untuk diberikan selimut karena bertemu dengan Malaikat, kemudia Khadijah menjelaskan bahwa itu adalah wahyu pertama Nabi Muhammad SAW. Dalam hal ini kita bisa memberikan inti dari cerita tersebut bahwa Nabi saja tidak merasa dirinya pandai dalam membaca Al-Qur'an. Namun kita sebagai manusia masih saja menyombongkan diri sendiri bahwa lebih baik dari siapapun dalam hal membaca Al-Qur'an karena sudah bagus dalam bacaannya atau melakukan sesuatu.
Suatu hari ketika Nabi Muhammad SAW melihat ada seorang ibu yang sedang hamil yang sedang melakukan ibadah sholat. Nabi Muhammad SAW melihat ibu hamil tersebut seperti kesusahan saat melakukan ibadah sholat. Nabi Muhammad SAW menunggui ibu hamil tersebut sampai sholatnya selesai. Selesai sholat Nabi Muhammad SAW mendekati ibu hamil tersebut. Nabi Muhammad SAW menanyakan kenapa ibu tersebut ngoyo banget dalam beribadah. Ibu tersebut menjawab bahwa dia berusaha menunaikan kewajibannya. Tapi Nabi Muhammad SAW menjawab bahwa beliau tahu, namun tidak perlu ngoyo seperti itu jika ibu hamil itu merasa kesusahan berdiri saat sholat. . Kecuali memang ingin diniati untuk tirakat sendiri karena ingin sehat badannya. Tuhan tidak ingin mempersulit hambanya dalam beribadah. Jika memang merasa susah untuk berdiri saat sholat, kita bisa melaksanakan sholat dengan duduk. Jika duduk dirasa masih tidak bisa maka dapat dilakukan dengan tidur. Contoh lain saat dalam berjalanan jauh dan kita naik kendaraan umum seperti kereta apa/pesawat kita bisa melakukan ibadah sholat dengan duduk tidak perlu berdiri.
Jika kita berbicara tentang ilmu yang kita miliki tidak pernah kita pelajari atau tidak pernah dipakai dalam kehidupan sehari-hari maka ilmu tersebut akan hilang dengan sendirinya. Tirakat yang dilakukan karena ingin menjadi orang yang kuat. Namun kita tidak boleh menggunakan kekuatan yang kita miliki untuk menilai orang lain, karena hal ini sangat dilarang oleh siapapun.
Komentar
Posting Komentar