Manusia Sebagai Pribadi yang Dapat Mengatur Diri Sendiri


Nama : Anisa Rona Soraya  
NPM : 15120447
Kelas : 7A PGSD
Makul : Filsafat Pendidikan

Manusia  Sebagai Pribadi yang Dapat Mengatur Diri Sendiri
Pada reportase sebelumnya kita membahas tentang kemerdekaan dari Ki Hjar Dewantara yaitu tentang mengerti potensi dirimu sendiri, tidak tergantung pada orang lain dan dapat mengatur diri sendiri.
Hasil reportase kali ini pada mata kuliah filsafat pendidikan yang telah saya laksanakan pada tanggal 16 Oktober 2018 dengan Bapak Moh Aniq KHB, S.Pd., M.Hum yang menjelaskan tentang Mengatur diri sendiri.  
Apa itu mengatur diri sendiri? Mengatur diri sendiri. Sejatinya manusia itu bisa mengatur tetapi belum teratur atau belum bisa teratur.  Dalam teori matematika atau teori fisien itu ada struktur yang beraturan dan struktur yang tidak beraturan. Sama seperti segitiga tidak beraturan atau segi yang beraturan kalau dikatakan tidak beraturan tetap saja dikatakan beraturan karena dia punya presisi garis ,punya koordinat yang saling bertemu. Sama seperti melihat pola keseharian teman kalian kalau malam bangun dan setelah subuh tidur, kemudian pola makan terserah padahal seharusnya makan 3 kali sehari. Padahal yang menjalani diri sendiri oleh karena itu harus pandai-pandai mengeolah diri sendiri dan melihat diri sendiri. Kalian harus bisa mengukur kadar diri sendiri. Saya merokok tapi biasa saja. Katanya merokok dapat membunuhmu tapi kok tidak meninggal  dan itu bukan alasan-alasan untuk merokok tapi merokok itu mubah. Kalau kalian merokok ya sudah jangan kalian paksa orang yang tidak merokok. Dan bagi yang tidak merokok jangan menjelek-jelekan yang merokok. Jadi rokok membunuhmu itu cuma slogan untuk persaingan perdagangan. Rokok itu bukan jelek tapi dinilai jelek. Sama seperti halnya mules itu penyakit atau bukan? Dalam tradisi jawa biasanya disebut sakit perut. Orang jawa mempunyai subtansi terhadap hal-hal yang bersifat essensi seperti kembung, begah, suduken. Dalam bahasa inggris biasanya stomachache. Ada kata maag terus digali dan gali tapi mana yang terlebih dahulu seperti dijawa ada suduken. Suduken itu bukan maag tapi masuk angin, kembung. Ada orang Australia belajar bahasa jawa dan fasih kemudian didatangkan oleh mahasiswa di Australia berbicara bahasa jawa dengan fasih dan yang orang jawa kurang mengusai bahasa jawa sendiri. 
Manusia, setan  iblis hidup sendiri-sendiri tapi di dalam diri kita ada setan dan iblis.  Karena manusia terbuat dari tanah namun ada unsur apinya juga. Ada pertanyaan  dulu itu iblis adalah malaikat yang paling tua yaitu Azazil. Kenapa iblis berubah menjadi malaikat padahal terbuat api malaikat terbuat dari nur (cahaya). Kenapa iblis terbuat dari api? Karena tidak mempunyai iman sehingga tidak mau sujud dan hormat kepada Nabi Adam a.s. dan memberikan alasan yang tidak logis dan tidak rasional. Iblis artinya adalah makhluk yang putus asa maka bisa dianalogikan ibis itu putus asa. Iblis berkata kau ciptakan aku dari api sedangkan dia kau ciptakan dari tanah, lebih tinggi mana api atau tanah kata iblis. Iblis merasa bahwa api lebih tinggi dari pada tanah. Dan orang bisa dianalogikan beralasan apapun yang tidak rasional berarti sedang putus asa. 
Mules itu penyakit bukan? Setiap yang menyakitkan adalah penyakit. Kalau kamu menyakiti aku maka kamu adalah penyakit. Di ftv menggunakan bahasa sesuai daerahnya misalnya di bali, bandung, wonosobo dll kalian dibohongi karena itu akting. Mules itu efek dari cara memulihkan stamina tubuh melalui cabe, merica yaitu halnya dengan lelah terus meminum apa dan efeknya tertidur karena mengantuk. Sehingga setelah kamu keluarkan mules tersebut maka tubuhmu akan merasa berbeda dari sebelumnya sehingga jangan dikatakan penyakit. Bumbu-bumbu dapur seperti kunyit, jahe, kencur, itu bisa dimanfaatkan sebagai obat.  Bukan dengan yang instan. Karena ramuan tersebut masuk kedalam tubuhmu namun tidak laos saja tetapi semuanya ada takarannya. Sama hal itu adalah sebuah pengetahuan misalnya di museum kamu mengetahui pecut, senapan, keris dsb. Kamu harus tahu apa yang akan kamu lakukan jika benda-benda tersebut sudah berada ditanganmu saat perang dan kamu dapat menggunakan alat tersebut. 
Kembali lagi ke mengolah diri yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Pendidikan karakter hanya  dibatasi formalitas. Ki Hajar Dewantara mencerminkan bahwa karakter menghadirkan kesadaran diri sebagai manusia yang benar-benar manusia alasanya yaitu sederhana bahwa manusia sebagai Titah Tuhan. Manusia sebagai titah Tuhan. Titah sama dengan Maniferstasi. Tajali yang berasal dari asma-asma Tuhan. Manusia dipinjami asma-asma Allah seperti Allah mempunyai sifat penyayang maka dari itu manusia mempunyai sifat penyanyang namun tidak bisa melebihi sifat yang Allah miliki. Ada kisah dipesantren yang sedang berdiskusi tentang berdzikir. Saat mereka berdzikir mereka menggelengkan kepalanya menandakan bahwa saking nikmatnya menjadi seperti itu. Menggelengkan kepala sambil berdzikir tidak ada dalilnya. Seperti contohnya pengalaman seorang santri yang disuruh mencari dalil tersebut. Pada saat itu seorang Kyai meminta kopi kepada santri kemudian santri tersebut membuatkan kopi dan Kyai langsung meminumnya sambil menggelengkan kepala dan berkata "enakeee" menandakan bahwa Kyai menikmati kopi tersebut. Oleh karena itu berdzikir sambil menggelengkan kepala merupakan cinta kita kepada Allah SWT.   
Kenapa disebut Kyai, Tengku, Syekh, Habib, Ustad dll?. Dipanggil berdasarkan strata ilmu. Pada zaman dahulu orangtua dipanggil Syekh. Anak kecil bisa disebut syekh jika sudah mampu atau rekaman Alquran dimana mana. Orang yang diunggulkan bisa disebut Kyai yaitu orang yang biasanya dipanggil dimasyarakat secara sosial. Ustad sama dengan syekh biasanya dikampus dipanggil dengan Prof. Kyai memiliki lagu dan ilmu untuk orang yang dikraton dan membaur dengan mmasyarakat. Kyai seseorang yang diunggulkan. Gus yaitu dari putranya Kyai sudah merupakan tradisi dipesantren. Habib wajahnya yang semu-semu arab masih keturunan nabi. Semakin kamu membayangkan atau mencari Alloh maka kamu semakin keliru. Manusia diciptakan Tuhan karena Tuhan ingin dikenali. Dan dikenalkan dengan asma-asma Alloh SWT agar manusia mengetahuinya. Ilmu manusia menjadi realitas, menjadi poros semesta, menjadi pusat tata surya. Bumi sebagai pusat semesta ini. Oleh karena itu manusia sebagai poros semesta. Apakah matahari mengelilingi matahari atau matahari mengelilingi bumi, atau berputar pada porosnya perlu digali dan dicari tahu.  
                Sekian reportase dari saya, jika ada kesalahan dan kata-kata yang kurang berkenan saya mohon maaf. Terimakasih.

List Link Blog teman-teman 7A silahkan dibaca :

1. Ismaul Amalia (15120007)
2.Devi Endah Prastiwi 15120441
3. Nur tri atika (15120040)
5. Martiya Zulfa Risty (15120039)
7. Dewi Krisdiyanti
9. Dyah Saraswati (15120364) http://dyah15.blogspot.com/?m=1
10. Atik Budiarti 15120010 https://atikbudiarti31.blogspot.com/?m=1
11. Ibnu Mas'ud (15120218)
12.Fadila Nurfi A (15120322)
13. Khafidzoh Asfihani 15120008
18. Hadiah hana putri 15120471 http://15120481hana.blogspot.com/?m=1

26. Bagas Panur.p
https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=360714795342996278#editor/target=post;postID=3383290077678651406;onPublishedMenu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=0;src=postname

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pola Pikir Manusia

Penciptaan Awal Manusia

Pendidikan