Pendidikan dan Pengajaran


Nama   : Anisa Rona Soraya
NPM   : 15120447
Kelas   : 7A PGSD
Makul : Filsafat Pendidikan

Pada reportase sebelumnya membahas tentang manusia sebagai pribadi yang dapat mengatur diri sendiri. Hasil reportasi kali ini pada mata kuliah filsafat pendidikan yang telah saya laksanakan pada tanggal 30 Oktober 2018 dengan Bapak Moh. Aniq KHB, S.Pd.,M.Hum membahas tentang Pendidikan dan pengajaran.  
Mendidik anak sama halnya dengan menemani anak. Menemani dan mengajari anak. Sebagai orangtua kita seharusnya mendidik anak-anak kita sejak dini. Anak-anak butuh mengeksplorasi apa yang ada disekitarnya dan apa yang dia lakukan. Sebagai orangtua kita tidak seharusnya arogan yaitu terlalu menuntut anak harus bisa ini harus bisa itu. Biarkan anak-anak melakukan hal sesuai dengan keinginannya. Misalnya orangtua hanya perlu menemani anak-anak saat mereka bermain maupun belajar karena anak akan merasa leluasa. Saat anak-anak bermain dia melihat buku gambar, buku tulis, melihat benda yang ada disekitarnya. Kemudian suruh mereka untuk menceritakan apa yang mereka lihat dan mereka lakukan karena anak mempunyai daya rekam yang kuat. Saat mereka menceritakan apa yang dilakukannya akan sangat antusias oleh karena itu kita harus mendengarkan dan menanggapi cerita anak. Saat mengajari anak kita harus bisa menjelaskan itu perbuatan yang salah dan benar sejak dini. Kita sebagai orangtua pun harus mengajari anak dengan cara mencontohkan karena anak akan mengikuti atau melakukan apa yang kita lakukan.
Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan dan pengajaran. Kalau pendidikan itu disandingkan dengan pengajaran. Memiliki pengertian bahwa pendidikan itu adalah suatu upaya dan daya terus menerus untuk memajukan bertumbuhnya :
1.    Bertumbuhnya budi pekerti  
2.    Bertumbuhnya daya intelektual
3.    Bertumbuhnya soal raga/tubuh
Sedangkan menurut Pak Aniq yaitu :
1.    Akhlak dalam arti spiritualisasi
2.    Intelektualitas
3.    Raga dalam arti fiisk.
Ada sebuah cerita lain yaitu Pak Zen adalah salah satu ahli dalam bidang kesehatan yang sudah kemana-mana seperti ke Jepang, Turki, Arab, Korea yang merupakan seorang spesialis. Beliau mempunyai kelebihan yaitu orang yang pintar dan jenius. Beliau bisa hafal dan paham istilah-sitilah kedokteran. Beliau tidak terus berlatih sehingga bisa melampaui dokter yang lainnya. Suatu hari ada pasien yang sakit ketika dibawa tidur tidak bisa tidur ketika duduk mengangtuk. Pak zen diajak kerumah sakit untuk menangani pasien tersebut. Beliau menjawab dan meminta waktu 3 menit untuk menyebuhkannya. Semua dokter tidak percaya apa yang dikatakan oleh Pak Zen. Pak zen melakukan pijat pada tulang punggung pasien. Pak Zen ditunjuk sebagai penasihat atau spesialis dokter. Kemudian Pak Zen kembali ke Indonesia bertemu dengan Kyai. Kyai bertanya ingin mendapatkan barokah atau mendapatkan uang. Kalo orang lain pasti memilih untuk mendpatkan uang. Sedangkan Pak Zen memilih mendaapatkan barokah.
Pembahasan tentang babagan tulang punggung. Di dalam Al-Quran terdapat 33 ruas. Sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW ketika kita berdzikir dianjurkan untuk berdzikir yaitu dengan mengucapkan atau membaca kalimat Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahuakbar sebanyak 33 kali. Membaca tasbih,tahmid, dan takbir selama 33 kali itu jika kita pahami dan kita tahu itu sebanyak jumlah 33 ruas tulang punggung manusia. Kata punggung berasal dari bahasa arab yaitu “Dzohrum”. Dzohrun yang artinya geger atau punggung yang terdapat pada ayat ke 3 yang artinya “yang memberatkan punggungmu”. Jika ada penyakit punggung dan jika ingin “dzohrun” atau diangkat sakit punggungnya yaitu dengan cara tulang ekor, kepala ditarik sehingga menbuat tulang punggung teratrik dan membuat tubuh menjadi sembuh. Sama halnya yang dilakukan oleh Pak zen pada pasien yang sakit punggung.
Kita bisa melihat seorang laki-laki banyak yang melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh seorang wanita. banyak laki-laki yang mempunyai pekerjaan sebagai koki di tempat rumah makan dan restoran terkenal. Mereka bekerja di dapur yang seharusnya wanita lakukan yaitu memasak di dapur. Memasak merupakan  suatu ilmu yang kita praktikan secara langsung. Saat kita memasak manusia merasakan dengan lidah, membuat rempah-rempah atau bumbu yang tepat untuk masakan merupakan ilmu karena tanpa ilmu memasak maka masakan kita akan terasa kurang enak. 
Kembali ke pendidikan dan pengajaran. Selama ini pengajaran itu sendiri terjebak dalam pendidikan. Fenomena pendidikan padahal terjebak pada omongan pendidikan yang tidak sesuai. Pengajaran merupakan bagian dari pendidikan. Pengajaran memberikan pengetahua tentang pedoman dalam pendidikan. Pendidikan yaitu dari kata ilmu dan laku, dari bahasa lain pengayoman, atau juga disebut dengan tuntunan. Ada tingkatan yang perlu kita pahami dan kita ketahui : yang pertama, Robbun, yaitu tingkatan pertama, yang memiliki arti mendidik, menjaga, dan mengayomi. Pendidikan dapat dikatakan sebagai pengayoman. Sudah robbun atau sudah diayomi namun tetap saja membantah maka diajarkan tahap yang kedua yaitu Malik yang artinya kepemilikan. Jika pada tahap Malik masih saja dibantah maka diajukan tahap Illahinnas. Namun sebenarnya Malik dan Illahinnas tidak pas. Yang seharusnya pertama dilakukan terlebih dahulu itu adalah Robb atau Robbun.
Penyakit psikis di dalam Al-Qur’an yang pertama adalah ragu-ragu dan ditutup dengan ragu-ragu pula yaitu seperti yang ada di dalam Al-Qur’an dengan di awali QS. Al-Fatihah dan di akhiri dengan An-Nass. Pendidikan adalah pengayoman. Pengajaran merupakan cara memberikan ilmu dan pengetahuan pendidikan dengan adanya tuntunan. Kemudian dilanjutkan dengan pengajarannya.
RPP itu seharusnya rencana pengajaran bukan rencana pembelajaran. Dalam pembuatan RPP juga seharusnya melibatkan siswa. Rencana Pengajaran dimulai dari siswa sebagai objek untuk menerima pengajaran dikelas. Guru dalam pengajaran juga harus melihat karakter siswa nya agar dapat menyampaikan materi dan diterima oleh siswa. Sebenarnya guru itu sudah memiliki kompetensi semua. Namun masih dibebani dengan membuat RPP, mengurusi tentang raport agar dianggap guru itu memiliki kompetensi. Padahal guru itu sudah memiliki kompetensi sejak dulu.  Di SD Korea Selatan sekolah itu bebas, tidak setegang dan seformal di Indonesia, memakai baju bebas, lebih banyak praktik di luar kelas. Sehingga siswa merasa nyaman dan bisa menerima pelajaran dengan baik. 
   Sekian reportase dari saya, jika ada kesalahan dan kata-kata yang kurang berkenan saya mohon maaf. Terimakasih.

List link blog teman-teman 7A, silahkan dibaca :

4. 15120040 Nur Tri Atika https://nurtriatika.blogspot.com/2018/11/pendidikan-dan-pengajaran-ki-hajar.html?m=1                                                                
7. Atik Budiarti 15120010 https://atikbudiarti31.blogspot.com/?m=1
8. Febydwiangrainy. 15120029 . https://febydwiangrainy.blogspot.com
10.Abdul Ghofar 15120024 https://ghofar76.blogspot.com/?m=1
12 Devi Endah Prastiwi 15120441 https://deviendahprastiwi.blogspot.com/2018/11/pendidikan-dan-pengajaran.html                          
21. Hadiah hana putri 15120481 http://15120481hana.blogspot.com/?m=1
24. 15120008 Khafidzoh Asfihani asfihani96.wordpress.com/2018/11/02/pendidikan-dan-pengajaran/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pola Pikir Manusia

Penciptaan Awal Manusia

Pendidikan